Update Berita Terbaru 2019

Saturday, April 6, 2019

On April 06, 2019 by mirajudin in , , , ,    No comments

Semakin canggih teknologi tentu berdampak positif bagi perkembangan dunia industri. Tak hanya yang berskala besar macam pabrik garment, lini-lini usaha kecil seperti sablon juga tak kalah cepat perubahannya. Dari yang sebelumnya banyak menggunakan sablon manual, sekarang sudah ada sablon dengan teknik DTG dan cutting yang memungkinkan produksi dilakukan secara massal dengan waktu cukup cepat dan hasil yang memuaskan. 

Tapi apakah kamu sudah yakin paham dengan perbedaannya? 

Ketiga teknik sablon ini memang seolah saling melengkapi, jika tidak bisa dikatakan bersaing. Karena memang pada praktiknya, ada beberapa hal yang hanya dapat dilakukan oleh sablon manual, begitu juga sebaliknya. Dalam beberapa situasi, justru ketiga teknik ini saling berkolaborasi untuk menampilkan hasil akhir yang memuaskan bagi penggunanya.

Lalu apa saja perbedaannya?

1. Sablon Manual
Sablon konvensional ini menggunakan peralatan yang tergolong sederhana dan masih mengandalkan kemampuan dari pekerjanya untuk dapat menghasilkan desain pada media yang digunakan. Biasanya juga ada minimum order dan tidak dapat dipesan satuan, karena prosesnya cukup rumit dan memakan biaya produksi yang tidak sedikit. 

Proses pengerjaannya lebih lama bahkan bisa memakan waktu seharian (tergantung dari jumlah pesanan) untuk memberikan warna pada kaos. Tak hanya satu kali, proses gesut tinta warna harus dilakukan berulang kali jika warna pada desain juga banyak. Semakin banyak warna, semakin lama prosesnya karena harus memecah masing-masing warna.

2. Sablon DTG
Dinamakan DTG atau Direct to Garment, karena teknik ini memang menggunakan mesin sablon berteknologi tinggi selayaknya printer yang langsung mencetak pada kertas. Mesinnya khusus dan menggunakan tinta tekstil untuk menjaga kualitas warna. 

Dari segi proses memang jauh lebih mudah dibandingkan sablon manual karena printer tinggal mencetak pada kaos, baik gambar berupa vektor, gambar full colors maupun foto secara langsung.

3. Sablon Cutting
Teknik yang satu ini dilakukan seperti cara pembuatan stiker cutting, hanya saja ditempel ke media kaos atau kainnya. Desain dicetak pada bahan Polyflex yang juga memiliki berbagai jenis lagi tergantung keperluan, kemudian dipotong dengan bantuan mesin cutting stiker. Stiker yang sudah dipotong kemudian tinggal disesuaikan dengan posisi yang diingikan dan ditekan menggunakan mesin hot press agar melekat dengan kuat.

Keunggulan dari bahan ini adalah harga Polyflex cenderung murah dan lebih hemat waktu pengerjaan. Selain itu juga banyak toko yang jual Polyflex berbagai warna yang memungkinkan desain jadi lebih berwarna. Proses pengerjaannya pun sangat singkat, yakni sekitar 10 menit untuk desain yang simpel. Namun jika desainnya terbilang rumit maka waktunya juga akan lama dan pengelupasan harus menggunakan alat khusus untuk menjaga desainnya agar tidak rusak dan hasilnya tetap sempurna.

0 comments:

Post a Comment