Update Berita Terbaru 2019

Thursday, January 2, 2020

On January 02, 2020 by mirajudin in , ,    No comments

Bagi Anda yang memiliki bayi, mengecek popok menjadi hal yang tidak asing lagi. Pasalnya, selain untuk mengecek apakah asupan air susu ibu (ASI) yang si kecil dapatkan cukup. Tinja atau feses bayi dapat dijadikan salah satu indikator pengecek kondisi kesehatannya. Frekuensi BAB bayi yang normal menandakan bahwa pencernaannya sehat.

Frekuensi BAB Pada Bayi 

Frekuensi BAB pada bayi memang berbeda-beda, tergantung pada usia dan jenis susu yang dikonsumsi. Berikut ini adalah beberapa acuan bagi Anda dalam memantau BAB si kecil.

Bayi yang Minum ASI

1. Usia beberapa hari

Pada hari pertama selepas lahir atau pada fase meconium, si kecil akan BAB sebanyak empat sampai lima kali dalam sehari. Pada hari kedua dan tiga, fesesnya berwarna hijau kehitaman atau gelap.

2. Usia 6 minggu

Setelah rutin minum ASI dan berusia hingga enam minggu, normalnya bayi dua hingga lima kali BAB dalam sehari.

3. Usia di atas 6 bulan

Setelah berusia lebih dari enam bulan, BAB bayi akan lebih jarang. Si kecil akan BAB minimal sekali dalam seminggu. Hal tersebut normal selama fesesnya tidak kering maupun keras.

Bayi yang Minum Susu Formula

1. Usia sebelum satu bulan

Berbeda dengan bayi yang mengkonsumsi ASI, bayi yang minum susu formula akan lebih jarang BAB. Pada bulan pertama, normalnya, bayi yang diberi susu formula akan BAB sebanyak tiga sampai empat kali sehari. Hal tersebut karena pencernaan sang bayi yang lebih lambat. Selain itu, feses bayi yang diberi ASI akan berwarna seperti saus mustard. Sedangkan bayi yang diberi susu formula memiliki feses berwarna seperti pudding caramel.

2. Usia satu bulan lebih

Bayi cenderung lebih jarang BAB pada usia satu hingga dua bulan pertama, yaitu sekitar sehari sekali atau dua hari sekali. Setiap bayi memiliki frekuensi yang berbeda-beda. Oleh karena itu tidak ada patokan secara khusus. Namun untuk balita, idealnya akan BAB sebanyak satu hingga tiga kali dalam sehari. 

Selain frekuensi BAB bayi, penting juga untuk mengecek warna dan tekstur feses sang buah hati. Karena dua faktor tersebut menentukan bagaimana kondisi kesehatan anak Anda. Terlalu sering BAB dan feses bertekstur cair mengindikasikan bahwa sang bayi sedang mengalami diare. Sedangkan jika jarang BAB dan tekstur fesesnya menyerupai bola atau kerikil merupakan tanda bahwa si buah hati mengalami sembelit. 

Penting juga bagi Anda untuk memastikan bahwa pada feses tersebut tidak ada bercak merah atau darah. Perubahan kentara BAB terjadi pada usia satu tahun karena mengkonsumsi banyak makanan dibandingkan sebelumnya. Secara normal, tekstur feses balita akan seperti selai kacang.

Itulah ulasan mengenai frekuensi BAB bayi yang perlu Anda ketahui. Selain frekuensi, warna dan tekstur BAB bayi juga dapat dijadikan indikator kesehatan sang buah hati. Segera bawa ke dokter jika terdapat indikasi bahwa si kecil sedang mengalami gangguan kesehatan.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya!

0 comments:

Post a Comment