Update Berita Terbaru 2020

Friday, April 3, 2020

On April 03, 2020 by mirajudin in , ,    No comments

PPN atau yang memiliki kepanjangan pajak pertambahan nilai, pasti Anda sudah sering mendengarnya bukan? Biasanya pajak ini terdapat pada struk pembayaran sewaktu Anda membeli suatu barang. Dalam Bahasa Inggris pajak ini dikenal dengan istilah VAT (Value Added Tax) atau GST (Goods and Service Tax). Apa yang dimaksud dengan pajak PPN itu?

Apa Pengertian dari PPN itu?

PPN ialah pajak yang dikenakan atas transaksi jual beli yang dilakukan oleh perseorangan ataupun badan usaha. Pajak pertambahan nilai termasuk ke dalam jenis pajak tidak langsung, sebab tidak disetorkan oleh si penanggung pajak, yakni konsumen. Melainkan, pajak tersebut disetorkan kepada produsen atau pihak penjual, sehingga dikenal dengan istilah PKP atau Pengusaha Kena Pajak.

Pentingnya Faktur dalam PPN

Setiap adanya transaksi penjualan barang dagang objek pajak pertambahan nilai, pihak PKP haruslah menerbitkan faktur pajak. faktur adalah bukti pungutan pajak pertambahan nilai, yang formatnya pun harus sesuai dengan yang tercantum dalam UU. Paling sedikit informasi yang termuat yaitu:

1. Nama, alamat serta NPWP pihak yang menyerahkan JKP atau BKP
2. Nama, alamat serta NPWP pihak penerima JKP atau pihak pembeli BKP
3. Jenis jasa atau barang, jumlah harga jual atau penggantian serta potongan harga
4. PPN yang dikenai
5. PPNBM yang dikenai
6. Kode, nomor seri, tanggal pembuatan faktur tersebut
7. Nama serta tanda tangan yang berhak

PKP wajib membuat faktur setiap kali menyerahkan, menerima pembayaran sebelum penyerahan JKP atau BKP ataupun saat menerima pembayaran termin atas penyerahan sebagai tahap pekerjaan. Guna mempermudah, PKP diperbolehkan membuat 1 faktur pajak gabungan selama 1 bulan kalender. 

Apabila tidak membuat faktur, PKP akan diberikan sanksi administrative atau pidana yang berlaku sesuai kesalahan yang diperbuatnya. Adanya faktur pajak, maka dapat menjadi bukti pengusaha kena bahwa sudah melakukan penyetoran, pemungutan hingga pelaporan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Jika PKP melakukan kesalahan dalam proses pengisian, maka faktur tersebut dapat dilakukan pembetulan. Sedangkan jika tidak dilakukan pembetulan apabila keliru, hal ini akan merugikan PKP pada saat auditor memeriksa pajak.

Dahulu sebelum masuk di era digital, pembuatan faktur pajak dilakukan secara manual. Akan tetapi pada saat ini DJP telah merilis aplikasi e-faktur yang memberikan kemudahan kepada PKP dalam membuat dan menerbitkan faktur pajak. oleh karena itu, PKP diwajibkan menerbitkan faktur pajak elektronik setiap terjadinya transaksi penyerahan atau penjualan BKP atau JKP.

Anda yang hendak membayar PPN, kini dapat dilakukan dengan mudah dan cepat melalui aplikasi transaksi keuangan. Telah muncul aplikasi BukuKas yang dapat digunakan untuk melakukan transaksi keuangan seperti pembayaran pajak jenis ini. Penggunaannya yang mudah pasti akan sangat bermanfaat bagi Anda. Tunggu apalagi? Anda harus segera membayar pajak pertambahan nilai dan jadilah warga negara Indonesia yang baik.

0 comments:

Post a Comment